Lavidamassagefederalwaywa – Lanskap Premier League musim 2025/2026 kembali melahirkan fenomena baru yang menggegerkan bursa transfer musim dingin. Jika musim lalu kita membicarakan ledakan Cole Palmer di Chelsea, maka Januari 2026 ini, panggung utama sepenuhnya milik Morgan Rogers. Gelandang serang Aston Villa berusia 23 tahun ini telah bertransformasi dari sekadar talenta potensial menjadi salah satu komoditas paling panas di sepak bola Eropa.
Kecepatan, fisik yang tangguh, serta visi bermain yang melampaui usianya membuat Rogers menjadi nyawa permainan The Villans di bawah asuhan Unai Emery. Performa konsistennya tidak hanya membawa Villa bersaing di papan atas Liga Inggris, tetapi juga memicu perlombaan senjata di antara klub-klub raksasa yang ingin mengamankan tanda tangannya.
Statistik Mengesankan Morgan Rogers di Musim 2025/2026

Bukan tanpa alasan jika klub sekelas Real Madrid, Chelsea, dan Manchester United mulai mengirimkan pemandu bakat mereka ke Villa Park. Statistik Morgan Rogers di pertengahan musim ini berbicara dengan sangat lantang. Hingga pekan ke-21 Premier League, Rogers telah mencatatkan angka-angka yang biasanya hanya diraih oleh pemain kelas elit.
Berikut adalah ringkasan performa Morgan Rogers di berbagai kompetisi musim 2025/2026:
-
Total Gol: 8 Gol (termasuk gol-gol krusial melawan tim “Big Six”).
-
Total Assist: 7 Assist.
-
Dribel Sukses: Rata-rata 2,5 per pertandingan (salah satu yang tertinggi di liga).
-
Penciptaan Peluang: Ia berada di persentil ke-84 untuk metrik Expected Assisted Goals (xAG) di antara gelandang serang Eropa.
Salah satu momen yang paling diingat musim ini adalah ketika ia mencetak dua gol (brace) berturut-turut dalam kemenangan melawan West Ham United dan Manchester United. Kemampuannya untuk muncul dari lini kedua dan melepaskan tembakan presisi menjadikannya mimpi buruk bagi barisan pertahanan lawan.
Gaya Bermain: Perpaduan Fisik dan Teknik Modern
Morgan Rogers seringkali disebut sebagai prototipe gelandang modern yang diinginkan setiap pelatih. Memiliki tinggi badan sekitar 187 cm, ia memiliki keunggulan fisik dalam duel udara dan perlindungan bola. Namun, jangan tertipu oleh posturnya yang besar; Rogers memiliki kelincahan kaki layaknya seorang pemain sayap murni.
Di bawah bimbingan Unai Emery, peran Rogers sangat spesifik. Ia sering beroperasi di ruang antar lini (half-space), menarik bek lawan keluar dari posisinya, dan memberikan ruang bagi Ollie Watkins untuk mengeksploitasi pertahanan. Kemampuannya melakukan progressive carries atau membawa bola ke depan dengan kecepatan tinggi adalah alasan mengapa Villa sangat berbahaya dalam transisi serangan balik.
“Morgan memiliki kemampuan langka untuk menggabungkan kekuatan fisik dengan kecerdasan taktis. Dia belajar sangat cepat dan selalu haus akan gol,” puji Unai Emery dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Rumor Transfer, Real Madrid Hingga Chelsea Mengantre

Memasuki Januari 2026, spekulasi mengenai masa depan Rogers semakin memanas. Beberapa laporan media olahraga ternama mulai menghubungkan sang pemain dengan beberapa destinasi mengejutkan:
-
Real Madrid: El Real dikabarkan memantau Rogers sebagai investasi jangka panjang. Dengan profil yang mirip dengan Jude Bellingham dalam hal versatilitas di lini tengah, Madrid melihat Rogers sebagai pemain yang bisa melengkapi skuad bertabur bintang mereka.
-
Chelsea: The Blues dilaporkan menjadi kandidat terdepan dari Inggris. Meskipun mereka telah memiliki banyak pemain muda, pemilik Chelsea melihat Rogers sebagai “potongan puzzle yang hilang” untuk memperkuat lini serang mereka. Kabarnya, tawaran fantastis sedang disiapkan untuk menggoda Villa.
-
Manchester United: Legenda MU, Dwight Yorke, bahkan memberikan peringatan kepada klub untuk segera mengamankan Rogers sebelum harganya melambung lebih jauh. United membutuhkan energi baru di posisi nomor 10, dan Rogers dianggap sebagai kandidat sempurna.
Namun, Aston Villa bukan tanpa daya. Pada November 2025 lalu, Rogers baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga tahun 2031. Langkah ini membuat nilai pasarnya meroket, dengan Villa diyakini hanya akan mendengarkan tawaran di kisaran £80 juta hingga £100 juta.
Peran Unai Emery dalam Evolusi Rogers
Kesuksesan Rogers saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran tangan dingin Unai Emery. Saat didatangkan dari Middlesbrough dengan harga yang relatif murah (£8,3 juta pada awal 2024), banyak yang meragukan apakah ia bisa bersaing di level tertinggi.
Emery melakukan pendekatan yang tegas. Rogers sempat ditegur secara terbuka di lapangan karena kesalahan taktis, namun teguran itu justru memicu mentalitas juara dalam dirinya. Emery mengubahnya dari seorang winger yang hanya mengandalkan kecepatan menjadi gelandang cerdas yang mampu mengatur ritme pertandingan.
Proyeksi Karier: Menuju Piala Dunia 2026
Bukan hanya di level klub, penampilan gemilang Rogers juga membuatnya menjadi langganan di skuad Tim Nasional Inggris. Setelah melakoni debutnya pada akhir 2024, kini ia menjadi salah satu favorit untuk masuk dalam daftar skuad utama The Three Lions untuk Piala Dunia 2026.
Kemampuannya bermain di berbagai posisi—baik sebagai gelandang serang, penyerang lubang, maupun sayap kiri—memberikan fleksibilitas bagi pelatih timnas. Jika ia terus mempertahankan performanya, Morgan Rogers diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci Inggris di turnamen terbesar dunia tersebut.
Apakah Januari Ini Waktunya Pergi?

Pertanyaan besarnya adalah: apakah Morgan Rogers akan meninggalkan Villa Park di jendela transfer Januari ini? Secara finansial, Aston Villa berada dalam posisi yang kuat setelah kualifikasi Liga Champions musim lalu. Namun, tekanan dari regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR) terkadang memaksa klub-klub Inggris untuk melepas aset berharga mereka.
Bagi Rogers sendiri, bertahan di Villa adalah pilihan yang aman untuk menjamin waktu bermain reguler menjelang Piala Dunia. Namun, godaan dari klub seperti Real Madrid atau Chelsea dengan prospek gaji fantastis dan trofi bergengsi tentu sulit untuk diabaikan begitu saja.
Bintang Baru yang Akan Terus Bersinar
Masa depan Morgan Rogers tampak sangat cerah. Di usia 23 tahun, ia telah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain musiman. Ia memiliki paket lengkap: talenta, etos kerja, dan mentalitas untuk bermain di level tertinggi.
Apakah ia akan tetap mengenakan seragam ungu-biru Aston Villa hingga akhir musim, atau justru memulai petualangan baru di klub raksasa Eropa? Satu yang pasti, siapa pun yang mendapatkan jasa Morgan Rogers akan memiliki aset yang bisa mendominasi sepak bola Eropa untuk satu dekade ke depan.

