Lavidamassagefederalwaywa – Brighton & Hove Albion kembali berada di persimpangan jalan yang sudah sangat akrab bagi mereka: menjadi inkubator bakat terbaik dunia yang kini harus bersiap merelakan aset berharganya dipinang klub raksasa. Nama Carlos Baleba, gelandang muda asal Kamerun yang baru genap berusia 22 tahun di awal 2026 ini, tengah menjadi pusat pembicaraan panas di bursa transfer Eropa.
Setelah kepergian Moises Caicedo dan Alexis Mac Allister, Baleba muncul sebagai “The Next Big Thing” di Stadion Amex. Namun, performanya yang eksplosif di bawah asuhan Fabian Hürzeler membuat klub-klub papan atas Premier League dan Eropa mulai bergerak agresif. Brighton pun kini mulai menyusun skenario pahit jika sang pemain benar-benar angkat kaki.
Evolusi Carlos Baleba, Dari Suksesor Menjadi Predator Lini Tengah

Ketika Brighton menebus Carlos Baleba dari Lille seharga €30 juta pada musim panas 2023, banyak pengamat yang mempertanyakan apakah pemuda ini sanggup mengisi lubang besar yang ditinggalkan Caicedo. Namun, waktu menjawab segalanya. Di musim 2024/2025, Baleba bertransformasi menjadi salah satu gelandang bertahan paling dominan di Premier League.
Baleba dikenal karena atribut fisiknya yang luar biasa, stamina tanpa batas, dan kemampuan dribbling dari lini tengah yang sering kali memecah garis pressing lawan. Statistik menunjukkan bahwa Baleba memiliki persentase interception dan successful tackles yang berada di jajaran elit liga. Di musim 2025/2026 ini, ia tetap menjadi pilar tak tergantikan bagi Fabian Hürzeler, memberikan keseimbangan yang krusial bagi gaya bermain menyerang The Seagulls.
Incaran Raksasa: Manchester United dan Persaingan Mahar £100 Juta
Sejak pertengahan 2025, Manchester United dilaporkan menjadi klub yang paling serius memantau perkembangan Baleba. Di bawah struktur kepemimpinan baru Ineos dan manajemen teknis yang segar, “Setan Merah” melihat Baleba sebagai profil sempurna untuk meremajakan lini tengah mereka.
Tidak hanya United, klub seperti Manchester City dan beberapa raksasa Ligue 1 serta La Liga dikabarkan mulai mengirimkan pemandu bakat mereka secara rutin ke pertandingan Brighton. Namun, Brighton bukanlah klub yang mudah dalam urusan negosiasi. Belajar dari kasus Caicedo, manajemen Brighton dilaporkan telah menetapkan banderol harga fantastis, yakni di kisaran £85 juta hingga £100 juta.
Bagi klub raksasa, harga tersebut mungkin sebanding dengan potensi jangka panjang yang ditawarkan Baleba. Namun, bagi Brighton, melepas Baleba di tengah musim atau di saat tim sedang bersaing di zona Eropa adalah keputusan yang berat.
Skenario Pahit, Mengapa Brighton Mulai Khawatir?

Meskipun Carlos Baleba Brighton masih terikat kontrak hingga Juni 2028 (dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi), kekuatan uang dan ambisi pemain seringkali sulit dibendung. Ada beberapa faktor yang membuat Brighton mulai menyiapkan “rencana darurat”:
-
Godaan Bermain di Liga Champions: Meskipun Brighton tampil stabil, tawaran bermain secara reguler di Liga Champions bersama klub raksasa adalah magnet yang sulit ditolak oleh pemain muda mana pun.
-
Penurunan Performa Kolektif: Jika Brighton gagal mengamankan tiket kompetisi Eropa di akhir musim, tekanan untuk menjual pemain bintang demi menyeimbangkan neraca keuangan akan semakin besar.
-
Permintaan Sang Pemain: Meskipun Carlos Baleba dikenal profesional, sejarah menunjukkan bahwa pemain-pemain Brighton sebelumnya (seperti Ben White atau Marc Cucurella) akhirnya dilepas setelah mencapai kesepakatan harga yang tepat.
Brighton kini berada dalam posisi di mana mereka harus memutuskan: apakah akan mempertahankan Baleba mati-matian dan berisiko memiliki pemain yang tidak bahagia, atau menjualnya dengan harga selangit dan kembali melakukan judi transfer.
Strategi Pengganti: Mencari “The Next Baleba”
Kebijakan transfer Brighton selalu berfokus pada “siapkan pengganti sebelum menjual.” Kabar terbaru menyebutkan bahwa manajemen klub telah mulai memantau beberapa nama potensial untuk mengisi pos yang mungkin ditinggalkan Carlos Baleba.
Salah satu nama yang santer dikaitkan adalah Lamare Bogarde, gelandang muda berbakat yang tampil impresif di Aston Villa. Selain itu, jaringan scouting global Brighton dikabarkan kembali menyisir pasar Amerika Selatan dan Afrika untuk menemukan bakat-bakat mentah yang bisa dipoles seperti Baleba.
Strategi ini terbukti sukses di masa lalu, namun mengganti pemain dengan pengaruh sebesar Baleba tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan waktu adaptasi bagi pemain baru untuk memahami sistem taktis yang kompleks di Premier League.
Peran Fabian Hürzeler dalam Mempertahankan Bintang

Sebagai pelatih termuda dalam sejarah Premier League, Fabian Hürzeler memiliki kedekatan personal dengan pemain-pemain muda seperti Carlos Baleba. Hürzeler berkali-kali menekankan bahwa Baleba adalah pusat dari proyek jangka panjangnya di Brighton.
“Carlos adalah pemain yang sangat spesial. Dia memiliki keberanian yang jarang dimiliki pemain seusianya,” ujar Hürzeler dalam salah satu konferensi pers. Pengaruh Hürzeler mungkin menjadi faktor kunci yang bisa menunda kepergian Baleba. Jika pelatih asal Jerman itu mampu meyakinkan sang gelandang bahwa Brighton adalah tempat terbaik untuk berkembang setidaknya satu musim lagi, maka klub raksasa harus bersabar hingga musim panas 2027.
Kesimpulan
Carlos Baleba adalah permata terbaru dari mahkota Brighton & Hove Albion yang kini tengah berkilau sangat terang hingga menarik perhatian seluruh dunia. Kehilangan Baleba akan menjadi skenario pahit yang sangat merugikan dari sisi teknis, namun dari sisi bisnis, ini akan kembali membuktikan betapa efektifnya model kerja Brighton.
Apakah Baleba akan menjadi rekor transfer berikutnya yang menembus angka £100 juta? Ataukah ia akan tetap setia di pesisir selatan Inggris untuk membawa Brighton terbang lebih tinggi? Satu yang pasti, setiap langkah yang diambil oleh Baleba akan sangat menentukan peta kekuatan lini tengah di Liga Inggris musim depan.

