Lavidamassagefederalwaywa – Pertandingan pekan ke-19 Premier League musim 2025/2026 menyajikan drama luar biasa dalam tajuk Derby London yang mempertemukan Fulham dengan Crystal Palace di Craven Cottage. Laga yang berlangsung ketat sejak menit awal ini berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun, sorotan utama tertuju pada sang kapten legendaris tuan rumah. Gol Tom Cairney di menit 80 menyelamatkan Fulham dari kekalahan saat melawan Crystal Palace, sebuah momen yang membuktikan bahwa pengalaman dan ketenangan di bawah tekanan adalah kunci dalam kompetisi seketat Liga Inggris.
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer di Craven Cottage sudah terasa sangat elektrik. Fulham yang mengincar posisi sepuluh besar harus berhadapan dengan tembok kokoh Crystal Palace yang dikenal memiliki pertahanan disiplin di bawah arahan pelatih mereka. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan gengsi sesama tim asal London yang ingin menegaskan dominasi mereka di papan tengah klasemen.
Jalannya Pertandingan, Dominasi Fulham dan Kejutan Crystal Palace

Babak pertama dimulai dengan inisiatif menyerang dari tim tuan rumah. Marco Silva menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan tinggi (high pressing) guna memaksa pemain belakang Palace melakukan kesalahan. Fulham sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan keras Andreas Pereira dari luar kotak penalti, namun kiper Dean Henderson tampil gemilang dengan menepis bola keluar.
Meskipun Fulham mendominasi penguasaan bola hingga 60%, justru Crystal Palace yang berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu. Melalui skema serangan balik cepat di menit ke-38, Eberechi Eze melepaskan umpan terobosan yang diselesaikan dengan sempurna oleh Jean-Philippe Mateta. Keunggulan 1-0 untuk Palace ini bertahan hingga turun minum, membuat publik tuan rumah sempat terdiam.
Memasuki babak kedua, Fulham semakin gencar menyerang. Namun, pertahanan Palace yang dipimpin oleh Joachim Andersen benar-benar solid. Setiap umpan silang dan terobosan Fulham selalu berhasil dipatahkan. Hingga memasuki menit ke-70, kegelisahan mulai tampak di wajah para pendukung Fulham. Marco Silva kemudian melakukan perubahan taktis dengan memasukkan beberapa pemain segar, termasuk sang gelandang veteran, Tom Cairney.
Analisis Gol, Keajaiban Kaki Kiri Tom Cairney di Menit 80
Momen yang dinanti-nantikan akhirnya tiba tepat sepuluh menit sebelum waktu normal berakhir. Gol Tom Cairney di menit 80 menyelamatkan Fulham dari kekalahan saat melawan Crystal Palace berawal dari kemelut di depan kotak penalti. Setelah upaya Raul Jimenez diblokir oleh bek lawan, bola liar jatuh ke kaki Cairney yang berdiri bebas sekitar 20 yard dari gawang.
Dengan sekali kontrol yang tenang, Cairney melepaskan tendangan melengkung menggunakan kaki kiri andalannya. Bola meluncur deras menuju sudut kanan atas gawang yang tidak mampu dijangkau oleh Dean Henderson. Stadion Craven Cottage pun meledak dalam kegembiraan. Gol ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga simbol kepemimpinan Cairney yang selalu hadir di saat-saat krusial.
Statistik menunjukkan bahwa Cairney memiliki akurasi tembakan jarak jauh yang sangat tinggi musim ini. Gol tersebut merupakan gol ketiganya dari luar kotak penalti sepanjang musim 2025/2026. Keberaniannya untuk mengambil keputusan cepat di tengah kerumunan pemain Palace menjadi pembeda dalam laga yang buntu tersebut.
Strategi Marco Silva, Perubahan Taktik yang Membuahkan Hasil

Keberhasilan Fulham mengamankan satu poin tidak lepas dari kejelian Marco Silva dalam melakukan pergantian pemain. Menyadari lini tengahnya mulai buntu dalam menembus formasi 5-4-1 milik Palace, Silva memasukkan Tom Cairney untuk menambah kreativitas dan opsi tembakan jarak jauh.
Silva mengubah formasi dari 4-2-3-1 menjadi 4-1-4-1 di sisa 15 menit terakhir. Strategi ini membuat Fulham memiliki lebih banyak pemain di area berbahaya Palace. Cairney diberikan peran bebas (free role) untuk mencari celah di depan area penalti. Keputusan ini terbukti jitu karena Palace tidak memberikan pengawalan ketat kepada pemain pengganti, yang akhirnya berujung pada gol penyeimbang tersebut.
“Tom Cairney adalah jiwa dari tim ini. Dia tahu kapan harus tenang dan kapan harus melepaskan tembakan. Golnya hari ini menunjukkan mengapa dia masih sangat penting bagi kami,” ujar Marco Silva dalam sesi wawancara pasca-pertandingan.
Dampak Hasil Imbang bagi Posisi Klasemen Kedua Tim
Meskipun hanya meraih satu poin, hasil ini sangat berarti bagi Fulham. Tambahan satu poin menjaga posisi mereka tetap aman di peringkat ke-11, menjauh dari kejaran Brighton yang berada di bawahnya. Bagi para pemain, hasil imbang setelah tertinggal lebih dulu memberikan suntikan moral yang besar untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Manchester United.
Di sisi lain, bagi Crystal Palace, hasil ini terasa seperti kekalahan. Kehilangan keunggulan di sepuluh menit terakhir membuat mereka gagal merangsek ke sepuluh besar. Pelatih Palace menyatakan kekecewaannya karena timnya kehilangan fokus sesaat yang berakibat fatal. Namun, ia juga memuji kualitas gol yang dicetak oleh Tom Cairney sebagai gol yang “sulit untuk dihentikan oleh kiper mana pun.”
Statistik Kunci Pertandingan Fulham vs Crystal Palace
Untuk memahami betapa sengitnya pertandingan ini, berikut adalah beberapa statistik kunci yang terkumpul selama 90 menit:
| Statistik | Fulham | Crystal Palace |
| Penguasaan Bola | 62% | 38% |
| Total Tembakan | 15 | 7 |
| Tembakan ke Gawang | 6 | 3 |
| Sudut (Corners) | 8 | 2 |
| Pelanggaran | 10 | 14 |
Dari data di atas, terlihat jelas bahwa Fulham sangat dominan dalam hal penyerangan. Namun, efisiensi Palace dalam serangan balik hampir saja membuat mereka memenangkan laga jika bukan karena gol penyeimbang tersebut.
Sosok Tom Cairney, Sang Penyelamat yang Tak Lekang oleh Waktu

Berbicara tentang Fulham tidak akan lengkap tanpa menyebut nama Tom Cairney. Bergabung sejak tahun 2015, Cairney telah melewati banyak masa naik-turun bersama klub ini. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia sering kali memulai pertandingan dari bangku cadangan. Namun, kualitas umpan dan visinya tetap menjadi yang terbaik di skuad The Cottagers.
Gol Tom Cairney di menit 80 menyelamatkan Fulham dari kekalahan saat melawan Crystal Palace menambah daftar panjang momen heroiknya. Pendukung Fulham sering menyebutnya sebagai “Magic Man”. Kesetiaannya pada klub meskipun pernah mendapat tawaran dari tim besar lain membuatnya menjadi ikon yang sangat dicintai di Craven Cottage.
Poin Berharga dalam Derby London
Secara keseluruhan, pertandingan antara Fulham dan Crystal Palace adalah iklan yang bagus untuk Premier League. Intensitas tinggi, persaingan taktis, dan drama menit akhir menjadikannya tontonan yang menghibur. Fulham menunjukkan karakter pantang menyerah, sementara Palace menunjukkan betapa berbahayanya serangan balik yang terorganisir.
Bagi Fulham, keberhasilan menghindari kekalahan adalah modal penting. Fokus mereka kini beralih pada perbaikan lini depan agar lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Namun, untuk malam ini, seluruh penggemar Fulham boleh merayakan aksi heroik kapten mereka yang sekali lagi menyelamatkan hari.

